December 06, 2009
By: Disnak
Category: Disnak
Selamat datang di website Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu
PRAKATA
Suatu kebanggaan bagi kami, saat ini anda memasuki website Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu. Website ini merupakan salah satu bentuk layanan kepada masyarakat untuk memberikan informasi tentang Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu. Berdasarkan peraturan Gubernur No. 22 Th. 2008 tanggal 27 oktober 2008. Struktur organisasi kedinasan sudah mengacu pada PP 41 Th. 2008.
Tampilan wesite kami pada saat ini masih dalam proses perbaikan. Tetapi dalam hal ini tidak mengurangi informasi penting seperti data populasi, produksi dan konsumsi. Harapan kami informasi informasi dan lainnya dapat kami tampilkan dikemudian hari.
Dengan segala kerendahan hati, kami menerima saran dan masukan untuk memperbaiki website ini dari segi kualitas isinya. Terima kasih untuk kunjungan anda.
Comments Off
February 06, 2010
By: Disnak
Category: Penyakit Hewan
Pertahanan kedua dalam upaya pengendalian dan pemberantasan AI dengan menggunakan vaksin inaktif yang berasal dari strain virus homolog dengan isolat lokal (H5)
Vaksinasi Unggas Rakyat
1. Dilakukan secara massal di daerah tertular dengan cakupan vaksinasi 100% pada unggas rentan
2. Program vaksinasi sesuai dengan petunjuk produsen
3. Monitoring pasca vaksinasi oleh BBV/BPPV dan lab kesehatan hewan lainnya bekerjasama dengan Dinas Peternakan Propinsi/Kabupaten/Kota
Penyimpanan vaksin
1. Di dalam almari pendingin/kulkas pada suhu 20 C – 80 C
2. Jika dibawa ke lapangan untuk vaksinasi harus dimasukan ke thermos/ice box diisi dengan es batu/ice pack yang cukup sehingga suhu tetap stabil dalam rantai dingin
Read the rest of this entry →
No Comments →
January 09, 2010
By: Disnak
Category: Artikel
BUDIDAYA TERNAK SAPI POTONG
1. SEJARAH SINGKAT
Sapi yang ada sekarang ini berasal dari Homacodontidae yang dijumpai pada babak Palaeoceen. Jenis-jenis primitifnya ditemukan pada babak Plioceen di India. Sapi Bali yang banyak dijadikan komoditi daging/sapi potong pada awalnya dikembangkan di Bali dan kemudian menyebar ke beberapa wilayah seperti: Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi.
2. SENTRA PERIKANAN
Sapi Bali, sapi Ongole, sapi PO (peranakan ongole) dan sapi Madura banyak terdapat di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi. Sapi jenis Aberdeen angus banyak terdapat di Skotlandia. Sapi Simental banyak terdapat di Swiss. Sapi Brahman berasal dari India dan
banyak dikembangkan di Amerika.
3. JENIS
Jenis-jenis sapi potong yang terdapat di Indonesia saat ini adalah sapi asli Indonesia dan sapi yang diimpor. Dari jenis-jenis sapi potong itu, masingmasing mempunyai sifat-sifat yang khas, baik ditinjau dari bentuk luarnya (ukuran tubuh, warna bulu) maupun dari genetiknya (laju pertumbuhan).
Read the rest of this entry →
Comments Off
January 04, 2010
By: Disnak
Category: Artikel
Pengantar Ilmu Peternakan adalah Ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu bagaimana manusia dalam mengusahakan Peternakan dari berbagai ternak. Animal husbandry adalah Usaha dari manusia dalam memelihara ternak yang meliputi memelihara, merawat, mengatur kehidupan, dan perkawinan serta reproduksi pemeliharaan kesehatan kemudian pemanfaatan hasil.
Ternak adalah hewan yang sengaja dipelihara oleh manusia yang diatur cara hidup makan maupun perkembangannya untuk diambil manfaatnya. Hewan adalah semua binatang yang di darat, baik yang dipelihara manusia manapun yang liar.
Read the rest of this entry →
Comments Off
December 16, 2009
By: Disnak
Category: Penyakit Hewan
Penyakit Septicaemia epizootica disebut juga dengan penyakit ngorok adalah penyakit hewan menular terutama pada kerbau, sapi, babi dan kadang-kadang pada domba, kambing dan kuda yang disebabkan oleh Kuman Pasteurella multocida. Penyakit biasanya berjalan akut dengan angka kematian yang tinggi
Penyebab :
Kuman Pasteurella multocida
Hewan Rentan
- Kerbau, Sapi, babi
- Kadang-kadang ditemukan pada kambing, domba dan kuda
Diagnosa Banding
Anthrak, Blackleg dan Riderpest
Gejala Klinis
- Hewan lesu, gemetar, mata berair dan sayu
- Suhu badan naik sampai 41-42 C
- Pengeluaran saliva, air mata dan hidung yang berlebihan
- Pembengkakan dimulai dari tenggorokan, leher dan sampai ketulang rusuk
- Nafas sesak dengan suara ngorok, merintih dan gigi gemertak
- Pada bentuk pectoral tanda-tanda bronchopneumonia lebih menonjol yang dimulai dengan batuk kering yang diikuti dengan keluarnya ingus hidung
- Kadang-kadang penyakit dapat menjadi kronis, hewan menjadi kurus dan sering batuk, nafsu makan menurun dan terus menerus mengeluarkan air mata
Read the rest of this entry →
Comments Off