Disnak Bengkulu

Subscribe

Penyakit Septicaemia Epizootica

December 16, 2009 By: Disnak Category: Penyakit Hewan

Penyakit Septicaemia epizootica disebut juga dengan penyakit ngorok adalah penyakit hewan menular terutama pada kerbau, sapi, babi dan kadang-kadang pada domba, kambing dan kuda yang disebabkan oleh Kuman Pasteurella multocida. Penyakit biasanya berjalan akut dengan angka kematian yang tinggi

Penyebab :

Kuman Pasteurella multocida

Hewan Rentan

-       Kerbau,  Sapi, babi

-       Kadang-kadang ditemukan pada kambing, domba dan kuda

Diagnosa Banding

Anthrak, Blackleg dan Riderpest

Gejala Klinis

-       Hewan lesu, gemetar, mata berair dan sayu

-       Suhu badan naik sampai 41-42 C

-       Pengeluaran saliva, air mata dan hidung yang berlebihan

-       Pembengkakan dimulai dari tenggorokan, leher dan sampai ketulang rusuk

-       Nafas sesak dengan suara ngorok, merintih dan gigi gemertak

-       Pada bentuk pectoral tanda-tanda bronchopneumonia lebih menonjol yang dimulai dengan batuk kering yang diikuti dengan keluarnya ingus hidung

-       Kadang-kadang penyakit dapat menjadi kronis, hewan menjadi kurus dan sering batuk, nafsu makan menurun dan terus menerus mengeluarkan air mata

Kelainan Pasca Mati

-       Terdapat busung gelatin disertai pendarahan berbintik dibawah kulit bagian kepala, leher dan dada.

-       Cairan busung bening, berwarna putih kekuningan atau kadang-kadang kemerahan, didalam kantong pericardial, ruang dada dan perut

-       Pendarahan berbintik dan busung ditemukan juga pada Lympho Glandula, pharynx dan Cervix

-       Lidah bengkak dan berwarna coklat kemerahan atau kebiruan.

-       Isi usus cair, berwarna kelabu kekuningan atau kemerahan bercampur darah

Pencegahan dan Pengendalian

-       Untuk daerah bebas SE tindakan pencegahan didasarkan pada peraturan yang ketat terhadap pemasukan ternak kedaerah tersebut

-       Untuk daerah tertular, hewan sehat di Vaksin dengan vaksin Oil Ajuvant, setahun sekali dengan dosis 3 ml (IM) Vaksinasi dilakukan pada saat tidak ada kejadian penyakit

-       Pada hewan tersangka sakit dapat dipilih salah satu dari perlakuan berikut ini

v  Penyuntikan dengan anti serum dosis 20 – 30 ml

v  Penyuntikan antibiotika

Pengobatan

Pengobatan terhadap ternak yang sakit dapat dilakukan :

1.  Seroterapi dengan serum kebal homolog dengan dosis 100 – 150 ml ( Intra Vena dan Sub Cutan ).

2.  Bila anti serum tidak ada, pengobatan dapat dicoba dengan preparat antibiotika seperti : Sterptomycine, Terramicine, Auromycine, Sulfadimidin, Tetracycline, Ampicylin Dan Penicylin dengan dosis seperti yang terdapat pada lebel atau brosur .

Pengambilan Spesimen / Laboratorium

Bahan yang perlu dikirimkan ke Laboratorium :

1.  Sediaan ulas darah yang difiksasi seperti dengan Metil Alkohol

2.  Cairan busung atau jantung yang diambil dengan pipet secara steril

3.  Potongan alat tubuh seperti jantung, limpa, ginjal yang dimasukan kedalam larutan gliserin, garam faali 50%

Penanganan Pemotongan Hewan dan Daging

1.  Ternak yang sakit dipotong di Rumah Potong Hewan atau dalam pengawasan Dokter Hewan / Petugas Teknis Peternakan.

2.  Daging ternak yang terserang penyakit SE dapat dikonsumsi manusia kecuali isi perut (jeroan)

3.  Daging yang akan dijual / dikonsumsi ditiriskan atau digantung dahulu agar darah keluar dengan sempurna

Comments are closed.